11 September 2012

LALU LINTAS: 3 in 1 di Jakarta

LALU LINTAS: Pencabutan 3 in 1 di 4 titik lancarkan arus kendaraan 
Rental Mobil Jakarta, Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengaku hari pertama penerapan uji coba pencabutan kebijakan 3 in 1 di empat titik jalan di Ibu Kota belangsung baik, karena terbukti arus lalu lintas menjadi lebih lancar.

“Saat jalur 3 in 1 di sepanjang Jl. Majapahit, Jl. Gajah Mada, Jl. Hayam Wuruk, dan Jl. Pintu Besar Selatan dihapuskan, arus lalu lintas tetap lancar, begitu pula dengan jalur alternatif yang berada di sekitarnya terpantau lebih lancar,” papar Kepala Dishub DKI Jakarta Udar Pristono, di Jakarta, Senin (10/9/2012).

Uji coba penghapusan 3 in 1 di empat titik tadi mulai dilakukan sejak Senin (10/9/2012) selama 1 bulan ke depan. Jika berhasil, Dishub menyatakan penghapusan 3 in 1 di jalur tersebut akan dilakukan seterusnya. Melalui pantauan yang dilakukan Dishub, terjadi peningkatan kecepatan kendaraan di setiap kawasan.

Sepanjang Jl. Majapahit sampai Kota terpantau kecepatan kendaraan 24,91 km/jam. Sementara pada jalur alternatif satu yang awalnya memiliki kecepatan 22,2 km/jam, naik menjadi 30,1 km/jam saat penghapusan 3 in 1. Adapun jalur alternatif dua, kecepatan kendaraan meningkat menjadi 24,8 km/jam dari sebelumnya 20,8 km/jam saat penghapusan 3 in 1.

Melalui informasi yang gencar dilakukan melalui pemberitaan di media massa pekan lalu, kata Pristono, sebagian besar masyarakat telah mengetahui adanya penghapusan kebijakan 3 in 1 di kawasan tersebut. Untuk menjamin jalannya uji coba berlangsung lancar, pihaknya sudah menerjunkan petugas sebanyak 50 personil.


“Petugas tersebut disiagakan untuk mengamankan parkir on street di sekitar Jl. Gajah Mada dan Jl. Hayam Wuruk. Dengan penanganan itu, arus lalu lintas bisa tetap mengalir. Meskipun parkir sudah cukup tertib, akan terus kami pantau,” katanya.

Dengan penerapan larangan parkir on street di sepanjang kawasan tersebut, sambungnya, terjadi peningkatan kapasitas jalan hingga 60%. Dishub terus menghimbau masyarakat untuk tertib lalu lintas dan tidak melakukan parkir di tempat-tempat yang dilarang. (msb/bisnis.com)

Dishub: Jalan Lancar, 3in1 Akan Dikurangi
Rental Mobil Jakarta, Senin (10/9), Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mulai menerapkan kebijakan pengurangan kawasan penerapan 3 in 1 di Jakarta.

Dari sembilan jalur jalan yang (sebelumnya) diterapkan kebijakan tiga orang dalam satu kendaraan tersebut, ada sebanyak empat jalur jalan yang dihilangkan penerapannya. Keempat jalan tersebut adalah Jalan Majapahit, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, dan Jalan Pintu Besar Selatan.

Meski baru satu hari diterapkan, Dishub DKI mengklaim bahwa kebijakan tersebut telah meminimalisasikan kemacetan di keempat jalan tersebut. Berdasarkan data Dishub, penerapan kebijakan ini telah mengakibatkan kecepatan kendaraan sepanjang Jalan Majapahit hingga daerah Kota mencapai 24,91 kilometer per jam.

Dijelaskan, pada jalur alternatif satu, kecepatan kendaraan (yang) hanya 22,2 kilometer perjam sebelum diberlakukan pencabutan 3 in 1 ini, namun setelah diberlakukan rata-rata kecepatannya bertambah menjadi 30,1 kilometer per jam. Sedangkan di jalur alternatif kedua, kecepatan kendaraan juga disebutkan meningkat dari 20,8 kilometer per jam menjadi 24,8 kilometer perjam.

Untuk uji coba kali ini, Dishub DKI mengaku menerjunkan petugas sebanyak 50 personil. Mereka terutama disiagakan untuk mengamankan parkir on street di sekitar Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk, sehingga arus lalu lintas bisa tetap mengalir.

Kepala Dishub DKI Jakarta, Udar Pristono menerangkan, berdasarkan hasil pemantauan, uji coba penghapusan 3 in 1 di keempat jalan di Jakarta itu tidak mengganggu aktivitas lalu lintas di kawasan tersebut. Justru menurutnya, kecepatan kendaraan bermotor di empat jalan itu berjalan lancar dan baik. Bahkan arus lalu lintas di jalur alternatif lebih lancar dari sebelumnya.

"Hari ini kan baru hari pertama, tapi sudah berjalan baik. (Pada) Jalur 3 in 1 yang dihapuskan di empat jalan tersebut, arus lalu lintas tetap lancar. Begitu juga dengan jalur alternatif, terlihat lebih lancar arus lalu lintasnya," kata Pristono, di Jakarta, Senin (10/9).

Menurutnya, kelancaran arus lalu lintas tersebut dikarenakan sebagian besar masyarakat telah mengetahui kebijakan pengurangan titik penerapan 3 in 1. Hal ini dikarenakan juga media massa yang gencar memberitakan kebijakan jalur 3 in 1 yang baru kepada warga Jakarta.

"Kendati demikian, saya mengimbau masyarakat tetap tertib berlalu lintas. Tidak parkir di tempat yang memang dilarang, khususnya di kawasan Gajah Mada-Hayam Wuruk. Pencabutan kebijakan 3 in 1 di kawasan ini juga karena adanya larangan parkir on street, dengan larangan ini meningkatkan kapasitas jalan hingga 60 persen," jelasnya.

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 2054 tahun 2004 tentang penetapan kawasan pengendalian lalu lintas dan kewajiban mengangkut paling sedikit 3 orang penumpang per kendaraan pada ruas-ruas jalan tertentu di DKI Jakarta, terdapat sembilan jalan yang diberlakukan 3 in 1. Masing-masing yakni Jalan Sisingamangaraja, Jalan Sudirman, Jalan Thamrin, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Majapahit, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Pintu Besar Selatan, dan sebagian Jalan Gatot Subroto.

Kemudian belakangan, Pemprov DKI mengambil kebijakan pengurangan kawasan penerapan 3 in 1 di empat jalan Jakarta, yaitu mulai Jalan Majapahit, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Pintu Besar Selatan. Di keempat jalan tidak akan diberlakukan penerapan 3 in 1 lagi, yang akan diujicobakan selama satu bulan mulai tanggal 10 September 2012 hingga 10 Oktober 2012.

Dengan pengurangan empat jalan itu, artinya selama sebulan hanya akan ada lima jalan yang diterapkan kebijakan 3 in 1. Kelima jalan tersebut adalah Jalan Sisingamangaraja, Jalan Sudirman, Jalan Thamrin, Jalan Medan Merdeka Barat, serta di sebagian Jalan Gatot Subroto. (cok/wartanews.com)

3 in 1 Dihapus, Lalin di Kawasan Kota Lancar
Kebijakan pencabutan 3 in 1 di kawasan Kota, Jakarta Barat, terbukti efektif meminimalisir kemacetan lalu lintas (lalin). Bahkan arus lalu lintas di jalur alternarif lebih lancar dari sebelumnya. Uji coba sendiri akan dilakukan selama satu bulan ke depan, jika berhasil kebijakan pencabutan 3 in 1 akan diterapkan secara permanen.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Udar Pristono mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan uji coba Senin (10/9) pagi, di Jalan Majapahit, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, dan Jalan Pintu Besar Selatan, arus lalu lintas lebih lancar. "Jalur 3 in 1 yang dihapuskannya tetap lancar, sementara jalur alternatif juga lebih lancar," ujar Pristono, Senin (10/9).

Dengan kebijakan ini, kecepatan kendaraan sepanjang Jalan Majapahit hingga Kota mencapai 24,91 kilometer per jam. Sementara pada jalur alternatif satu kecepatan kendaraan hanya 22,2 kilometer per jam, sedangkan saat tidak diberlakukan 3 in 1 bertambah menjadi 30,1 kilometer per jam. Begitu pun di jalur alternatif kedua kecepatan kendaraan juga meningkat dari 20,8 kilometer per jam menjadi 24,8 kilometer perjam.

Dikatakan Pristono, sebagian besar masyarakat telah mengetahui kebijakan ini. Sebab satu minggu sebelum penerapan, banyak media massa telah menginformasikannya. "Sejak minggu kemarin sudah diberitakan media, jadi masyarakat sudah banyak yang tahu," ujarnya.

Untuk uji coba kali ini, pihaknya menerjunkan 50 petugas. Mereka disiagakan untuk mengamankan parkir tepi jalan di sekitar Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk. Sehingga arus lalu lintas bisa tetap lancar. "Parkir di sekitar kawasan itu sudah tertib, tapi kita tetap pantau," katanya.

Pencabutan kebijakan 3 in 1 ini, kata Pristono, juga terkait dengan adanya larangan parkir tepi jalan di kawasan tersebut. Dengan begitu, kapasitas jalan meningkat hingga 60 persen. (beritajakarta.com)